Rabu, 24 Oktober 2012

RPP Bahasa Indonesia, Kelas X, KD 4.3


RPP

Nama sekolah             : SMA Negri
Kelas/semester           : X/1
Mata pelajaran           : Bahasa Indonesia
Alokasi waktu              : 4 x 45 Menit

        I.            ASPEK
Ø  Menulis

      II.            STANDAR KOMPETENSI:
4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)
    III.            KOMPETENSI DASAR
4.3. Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf
Ekspositif.
   IV.            INDIKATOR
Kognitif:
1.      Mendaftar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi  paragraf ekspositif
2.      Menyusun kerangka paragraf ekspositif
3.      Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi  paragraf ekspositif dengan menggunakan kata penghubung yang tepat
4.      Mengidentifikasi kata berimbuhan dalam paragraf ekspositif
5.      Menyunting paragraf ekspositif yang ditulis  teman

Afektif:
1.      Karakter :
Mengembangkan karakter yang terkait dengan kerja sama, tanggung  jawab, dan ketekunan

2.      Keterampilan Sosial:
Kemampuan mengemukakan pendapat dan kemampuan berkomunikasi

     V.            TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Siswa mampu menulis karangan eksposisi untuk mengungkapkan gagasan secara logis dan sistematis
2.      Siswa mampu membaca, mencermati, dan mengidentifikasi paragraf eksposisi
3.      Siswa mampu mendaftar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi  paragraf ekspositif
4.      Siswa mampu menyusun kerangka paragraf ekspositif
5.      Siswa mampu mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf ekspositif dengan menggunakan kata penghubung yang tepat
6.      Siswa mampu menyunting paragraf ekspositif yang ditulis  teman

   VI.            MATERI PEMBELAJARAN
A.      PARAGRAF EKSPOSISI
Paragraf eksposisi adalah salah satu bentuk tulisan atau retorika yang berusaha untuk menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan seseorang yang membaca uraian tersebut. (Keraf, 2009:3)
Paragraf  ini bertujuan menyampaikan fakta-fakta secara teratur, logis dan saling bertautan dengan maksud untuk memperjelas suatu ide, istilah, masalah, prosese unsur-unsur sesuatu, hubungan, sebab akibat, dan sebagainya.
Sebuah paragraf  ekposisi mempunyai beberapa ciri-ciri, yaitu:
  1. Berusaha menerangkan suatu pokok persoalan.
  2. Menggunakan gaya yang bersifat informatif.
  3. Berdasarkan fakta.
  4. Tersusun secara sistematis.
Ada dua jenis paragraf eksposisi, yaitu paragraf eksposisi dengan pola pengembangan proses dan pola pengembangan perbandingan.
1.      Paragraf eksposisi dengan pola pengembangan proses.
Paragraf ini berusaha menjelaskan bagaimana sesuatu itu terjadi atau bekerja.
Ciri-cirinya:
Ø  Bagian-bagian dari tulisan tersebut diuraikan tahap demi tahap
Ø  Bagian-bagian tersebut berdasarkan fakta yang tersusun secara sistematis.

2.      Paragraf eksposisi dengan pola pengembangan perbandingan.
Paragraf ini berusaha menunjukan kesamaan-kesamaan dan perbedaaan antara dua objek atau lebih.
Ciri-cirinya:
Ø  Menyampaikan informasi mengenai suatu hal dengan menghubungkan yang satu dengan yang lain.
Ø  Menyampaikan dua pokok persoalan sekaligus.
Ø  Membandingkan dua pokok.

B.      CONTOH PARGRAF EKSPOSISI
Banyak cara menurunkan bobot badan. Ada diet macan yang lebih mementingkan konsumsi daging, diet buah-buahan, membatasi makan nasi dan makanan berkarbohidrat tinggi lain seperti makanan dari terigu, jagung, singkong, atau ubi, serta mengurangi konsumsi gula. Banyak juga iklan di media massa yang menjanjikan penurunan bobot badan sampai beberapa kilogram hanya dalam beberapa minggu. Selain itu, ada ada juga yang menawarkan metode tusuk jarum, sedot lemak, minum jamu, minum teh hijau, dan sebagainya. Begitu beragamnya kiat yang bisa dilakukan, justru sering membuat orang bingung mana cara yang paling efektif.

Penurunan bobot badan dengan olahraga dan diet itu syaratnya disiplin yang tinggi. Tidak heran jika banyak orang lebih suka potong kompas. Misalnya, dengan teknik sedot lemak. Cara ini, menurut Sadoso, bisa membantu melangsingkan tubuh, tetapi kalau pola makan tidak diubah, tubuh gampang menjadi gemuk lagi. Selain itu, penyedotan yang berulang kali akan meninggalkan bekas penusukan jarum. Menurut Sadoso, cara ini juga mustahil bisa mengecilkan bagian-bagian tertentu, misalnya betis yang besar. Hal ini disebabkan pada kegemukan alamiah bobot serta ukuran tubuh biasanya terbagi rata. Apalagi kalau memang tulangnya besar.

 VII.            METODE PEMBELAJARAN
Ø  Presentasi
Ø  Diskusi Kelompok
Ø  Inquiri
Ø  Tanya Jawab
Ø  Penugasan
Ø  Demontrasi /Pemeragaan Model

VIII.            LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan awal:
Ø  Menanyakan kepada siswa siapa yang / tidak mempunyai e-mail, suka membuka internet,  chating / surving.
Ø  Memperdalam pertanyaan ke beberapa siswa: situs apa yang sering diakses, apa manfaat yang diperoleh dari  nge-net, apa dampak negatifnya, dsb.
Ø  Mengajak siswa untuk menyadari bahwa TI mempunyai peran sangat penting dalam era globalisasi dan itu harus dikuasai.
Kegiatan inti:
Ø  Siswa membaca teks bertopik TI yang dikembangkan secara eksposisi.
Ø  Siswa diajak untuk mengindentifikasi  sifat-sifat  atau ciri khas  teks yang dibacanya.
Ø  Menjelaskan macam-macam metode pengembangan gagasan dalam paragraf ekspositif. (definisi, identifikasi, klasifikasi, komparasi, proses)
Ø  Siswa membaca teks ekspositif dan  mengidentifikasi metode pengembangan gagasan paragraf-paragrafnya.
Ø  Siswa menginventaris istilah-istilah/kata kajian bidang TI dalam teks, menjelaskan artinya, dan menerapkan beberapa di antaranya dalam kalimat secara tepat.
Ø  Siswa menginventaris dan menglasifikasikan kata-kata berimbuhan asing, kata penghubung yang terdapat dalam teks.
Ø  Secara berkelompok siswa mengklping contoh-contoh paragraf ekspositif dari koran/majalah. Sebelumnya siswa sudah diberitahukan untuk membawa koran/majalah.
Kegiatan akhir:
Ø  Siswa menjawab soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview konsep-konsep penting  tentang   penulisan  paragraf ekspositif  yang telah dipelajari
Ø  Memotivasi siswa untuk semakin gemar menulis  sehingga kemampuannya   semakin baik.
Ø  Siswa   merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran

    IX.            SUMBER/ALAT/BAHAN AJAR
Ø  Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X karya Alex Suryanto dan Agus Haryanto terbitan ESIS
Ø  Website internet




      X.            PENILAIAN
Penilaian Kognetif
·         Teknik Penilaian          : Tes tertulis
·         Bentuk Soal                 : Essey (uraian terstruktur)
·         Contoh  Instrumen      : Lembar Penilaian 1

Penilaian Perilaku berkarakter
·         Teknik Penilaian          : Non tes
·         Bentuk Penilaian         : Observasi
·         Contoh Instrumen       : Lembar Penilaian 2



Lembar penilaian 1
Penilaian kognitif
SOAL:
1.      Apakah yang dimaksud dengan paragraf ekspositif?
2.      Bagaimanakah sifat bahasa yang digunakan dalam paragraf ekspositi?
3.      Apakah perbedaan antara paragraf ekspositif dan paragraf argumentasi ataupun persuasi?
4.      Sebutkan macam-macam metode yang digunakan untuk mengembangkan paragrapf ekspositif!
5.      Apakah ciri paragraph yang dikembangkan dengan metode definisi?

Teknik penskoran:
No Soal
Bobot
Teknik Penskoran
Nilai Siswa
1
20%
NS x 20%

2
20%
NS x 20%

3
20%
NS x 20%

4
20%
NS x 20%

5
20%
NS x 20%



Lembar penilaian 2
Pengembangan Karakter


No.

N a m a
A s p e k    P e n i l a i a n
JumlahSkor
Kerjasama
Tanggung jawab
Ketekunan
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1














2














3














4














5





























Keterangan:
BT  :  Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Diberi skor 1
MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). Diberi skor 2
MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten) diberi skor 3
MK : Membudaya Karakter (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara  konsisten) diberi skor 4



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar